Tim Nasional Turkmenistan
Team sepak bola nasional Turkmenistan (Turkmenistan: Türkmenistanyň milli futbol ýygyndysy) sebagai wakil Turkmenistan dalam sepak bola perkumpulan serta dikontrol oleh Asosiasi Sepak Bola Turkmenistan, tubuh pengontrol sepak bola di Turkmenistan. Tanah asal Turkmenistan ialah Stadion Kopetdag di Ashgabat.
Sesudah negara itu mendapatkan kemerdekaan, mereka mainkan laga pertama mereka menantang Kazakhstan pada 1 Juni 1992. Mereka maju ke Piala Asia 2004 dengan memenangi kwalifikasi Piala Asia AFC 2004, dimana mereka diletakkan di group G, bersama-sama Uni Emirat Arab, Suriah serta Srilanka. Pada musim luruh 2003, pada putaran pertama kwalifikasi Piala Dunia FIFA 2006 (AFC), mereka menaklukkan Afghanistan 11-0 di Ashgabat. Begench Kuliyev serta Rejepmyrat Agabaýew semasing cetak hat-trick, sesaat Guvanchmuhammet Ovekov cetak 2 gol. Pemain lain yang cetak daftar score hari itu ialah Nazar Bayramov, Omar Berdiyev serta Didarklych Urazov. Di putaran kedua team menang 0-2, dengan ke-2 gol diciptakan oleh Begench Kuliyev. Pada Desember 2003, timnas Turkmenistan capai 100 paling atas dalam rangking FIFA untuk kali pertamanya dalam sejarahnya, capai tempat ke-99, karena kesuksesan di Piala Asia 2004 serta kwalifikasi Piala Dunia 2006. Pada Piala Asia 2004 yang berjalan di China, Turkmmenistan diletakkan di group C, dengan tetangga Uzbekistan, Arab Saudi serta Irak. Mereka tersisih di set group sesudah 2x kalah serta sekali seimbang menantang Arab Saudi.
Pada bulan Februari 2010, team sepak bola nasional Turkmenistan diperintah oleh Ýazguly Hojageldyýew, yang kerja untuk HTTU Aşgabat. [9] Di bawah kepemimpinannya team ke Sri Lanka untuk berperan serta dalam Piala Rintangan AFC 2010. Untuk kali pertamanya, mereka sukses capai final, cuma untuk lihat mereka kalah menantang Korea Utara dalam beradu penalti. Di tahun yang sama, Perkumpulan Sepak Bola Turkmenistan mengundang masyarakat Turkmenistan asli, pelatih kepala FC Rubin Kazan, Kurban Berdyev untuk meneruskan kepemimpinan. [10] [11]
Pada Maret 2011, Turkmenistan sukses masuk set final Piala Rintangan AFC 2012, menaklukkan Pakistan, Taiwan, serta bermain seri dengan India dalam pertandingan kwalifikasi di Kuala Lumpur. Pada musim panas 2011, dalam persaingan perebutan tempat diperputaran final Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil, mereka hadapi Indonesia di set ke-2. Sesudah mengurus hasil seimbang 1-1 di putaran pertama di Ashghabat, mereka pada akhirnya ditaklukkan 4-3 di putaran kedua, agregat 5-4, hingga tersisih dari pertikaian untuk Brasil 2014.
Pada musim dingin 2012 team bergabung untuk kamp training di Turki. Dalam persiapan untuk AFC Challenge Cup 2012, Ýazguly Hojageldyýew mengendalikan laga pertemanan dengan Rumania, yang membuat mereka kalah 4-0.
Pada bulan Maret 2012, team ke Kathmandu untuk berperan serta dalam kompetisi final Piala Rintangan AFC 2012. Mereka menaklukkan tuan-rumah Nepal 3-0 serta Maladewa 3-1, sesaat laga penyisihan group paling akhir dengan Palestina usai dengan hasil seimbang tanpa ada gol. Di semi-final, Turkmenistan menaklukkan Filipina 2-1. Tetapi, sama dengan edisi awalnya, mereka kalah dalam laga final ke Korea Utara dengan score 1–2.
Pada Oktober 2012, team Turkmenistan ambil tempat ke-2 di Piala VFF 2012, menaklukkan team Vietnam serta Laos, cuma kalah dalam laga paling akhir menantang team Seleksi Kampus Korea Selatan 0–4.
Pada 23 Maret 2013 Turkmenistan menaklukkan Kamboja 7-0 di Manila, pada set kwalifikasi Piala Rintangan AFC 2014. Di set ke-2, Turkmenistan akan berjumpa Brunei, tapi team tidak datang di kompetisi, hingga Turkmenistan dikaruniai kemenangan standar 3-0. [12] Di set paling akhir, Turkmenistan kalah dari Filipina 1-0, tapi sukses maju ke final Piala Rintangan AFC 2014 untuk team posisi ke-2 paling baik bersama-sama Laos. [13]
Pada Januari 2014 Rahym Kurbanmämmedow kembali lagi bertanggungjawab atas timnas. Mereka membuat tiga kamp training pada bulan Mei serta berperan serta dalam Piala Rintangan AFC 2014, dimana mereka tersisih di set penyisihan group, hingga kehilangan peluang untuk maju ke Piala Asia 2015. [14] [15] [16] Pada Juni 2014, untuk dari hasil performa jelek mereka di Piala Rintangan AFC, semua staf pelatih dikeluarkan, termasuk juga pelatih kepala.