Tim Nasional Kirgiztan



Team sepak bola nasional Kirgistan (Kirgistan: Кыргыз Республикасынын улуттук курама командасы (Kırgız Respublikasının uluttuk kurama komandası), di Rusia tidak mempunyai idak sama dengan di Kirgistan. , anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Perkumpulan Sepak Bola Asia Tengah.

Sesudah pecahnya Uni Soviet serta maklumat kemerdekaannya, Kyrgyzstan jadi anggota FIFA serta AFC yang seutuhnya disadari. Mereka mainkan laga pertama mereka di Tashkent, menantang Uzbekistan pada 23 Agustus 1992 di Kompetisi Asia Tengah, kalah 3-0.

Pada Juni 1993, Kirgistan lakukan perjalanan ke Teheran, Iran untuk Piala ECO 1993. Mereka kehilangan 3-2 pada 6 Juni ke Azerbaijan dan bermain seri 1-1 2 hari selanjutnya menantang Tajikistan.

Pada April 1994, Kirgistan mainkan team Asia Tengah yang lain dalam kompetisi di Tashkent, Uzbekistan. Pada 13 April mereka kalah 5-1 dari Turkmenistan, selanjutnya pada 15 April 1-0 ke Tajikistan. Pada 17 April mereka bermain seri 0-0 menantang Kazakhstan sebelum kalah 3-0 dari tuan-rumah 2 hari setelah itu. [2]

Kirgistan terus berusaha, sebab sedikit ketertarikan meningkatkan sepakbola di Republik. Dalam periode waktu 20 tahun, timnas cuma mendapatkan 38 laga, dengan tingkat kemenangan 26,3%. Minimnya perubahan fundamental jika dibanding dengan tetangga-tetangga di Asia Tengah membuat Kirgistan masih ketinggalan di belakang Tajikistan, Turkmenistan, Kazakhstan, serta Uzbekistan. Meski begitu, Kirgistan masih sukses capai beberapa hasil yang relevan, seperti memenangi perunggu di Piala Rintangan AFC 2006.

Dengan kehadiran Sergey Dvoryankov, team sudah melihat kenaikan. Dvoryankov membuat panggilan perkembangan serta menaturalisasi beberapa pemain asing ke timnas Kirgistan seperti David Tetteh dari Ghana, Elijah Ari serta Daniel Tagoe; Kamerun Claude Karena itu Kum; Viktor Maier Jerman, Vitalij Lux, Viktor Kelm serta Edgar Bernhardt; dan menyebut semakin banyak pemain Rusia serta Jerman kelahiran Kirgistan untuk bermain untuk team. Mengenai hasilnya, sepak bola Kyrgyzstan bertambah dengan cara menegangkan. White Falcons sudah membuat hasil yang benar-benar baik semasa kwalifikasi Piala Dunia FIFA 2018, saat Kirgistan sukses menaklukkan saingan tetangganya yang lama, Tajikistan, atau menaklukkan Jordan, yang menaklukkan team Australia awalnya, dan sukses bermain secara baik menantang juara Asia Australia walau kalah di ke-2 laga.

Di bawah manager Rusia yang lain, Aleksandr Krestinin, Kyrgyzstan ke arah kwalifikasi Piala Asia AFC pertama kalinya semenjak kemerdekaan, saat mereka menyesuaikan diri menantang India, Myanmar serta Makau. Pada 22 Maret 2018, sesudah menaklukkan Myanmar 5-1, Kirgistan pada akhirnya maju ke Piala Asia AFC pertama mereka dalam riwayat.

Piala Asia AFC 2019
Kirgistan digolongkan dengan Korea Selatan, Cina, serta Filipina, semua mempunyai catatan head-to-head yang lebih bagus pada mereka. Perform tidak diunggulkan: kalah dari Cina serta Korea Selatan, kedua-duanya cukup dengan beda 1 gol, sebelum meluncur menantang Filipina 3-1 untuk maju untuk salah satunya team tempat ke-3 paling baik dalam kiprah pertama mereka. Di set skema luruh, walau hadapi tuan-rumah UEA, Kirgistan bermain dengan semangat juang penuh cuma untuk kalah 2-3 sesudah 120 '.

Popular posts from this blog

Tim Nasional Iran

Tim Nasional Turkmenistan

Tim Nasional Tajikistan